Rabu, 18 April 2012

FLU dan pilek tidak boleh dianggap enteng


 

FLU dan pilek tidak boleh dianggap enteng. Apalagi pada puncak musim hujan bulan Desember hingga Maret mendatang. Perbaiki gaya hidup dan perkuat daya tahan tubuh Anda dari sekarang!

Sebagian besar negara-negara di belahan dunia tengah hidup dalam "kedinginan". Jika Indonesia sekarang sedang mengalami musim hujan, warga di negara-negara empat musim pun tengah merapatkan selimut dan menyalakan tungku perapian untuk melawan dinginnya cuaca pada musim dingin. Bahkan, seperti yang acap kali tayang di televisi, momen Natal yang jatuh pada 25 Desember identik dengan salju yang tentunya terasa dingin.

Nah, di balik udara yang dinginnya kian menusuk tulang itu rupanya virus influenza malah "berpesta". Tingginya infeksi penyakit "sejuta umat" ini memang berkaitan erat dengan perubahan musim, yang mana jumlah orang sakit biasanya meningkat pada saat cuaca dingin. Di Amerika Serikat (AS) misalnya, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS memperkirakan, flu membunuh sekitar 36.000 penduduk per tahun serta mengakibatkan 200.000 orang dirawat di rumah sakit.

Kejadian ini kebanyakan terjadi di Amerika Utara, antara bulan Oktober dan Mei, sedangkan puncaknya biasanya pada akhir Desember hingga awal Maret. Angka infeksi beragam virus juga meningkat pada Januari, banyak keluarga yang kembali pulang selepas liburan panjang musim dingin dari luar kota, bahkan luar negeri.

Influenza disebabkan virus influenza yang mudah menular melalui udara. Penularannya terjadi dari manusia ke manusia melalui udara pada saat berbicara, batuk, bersin, atau kontak dengan benda yang disentuh penderita. "Orang yang bersin atau batuk akan mengeluarkan butiran-butiran kecil yang akan terhirup orang lain di sekelilingnya sehingga menulari orang tersebut," kata ahli infeksi dari RSCM Jakarta dr Syamsuridjal Djauzi.

Virus influenza memiliki masa inkubasi 1-4 hari, tapi gejalanya bisa muncul secara tiba-tiba. Seseorang yang terinfeksi flu bisa menularkannya pada orang lain, bahkan sebelum dirinya menyadari telah terkena flu. Influenza dapat menular 1-2 hari sebelum gejalanya muncul. Itulah sebabnya penyebaran virus ini sulit dihentikan.

Penyakit ini menyerang saluran pernapasan dengan gejala utama demam tinggi (suhu tubuh 39 derajat Celsius atau lebih), sakit kepala, nyeri otot di seluruh badan, hidung mampet, sakit tenggorokan, batuk, nafsu makan hilang, serta badan menjadi lemah dan menggigil. Pada anak-anak, demam yang terjadi biasanya lebih tinggi, dan kadang disertai muntah atau diare.

Normalnya, penderita influenza sudah sehat kembali dalam 7-10 hari. Namun, waspadalah jika flu tidak kunjung pergi karena bisa menjadi penderita terkena infeksi serius lanjutan pasca-flu, seperti pneumonia atau bronkitis. Masyarakat juga sering kali menggunakan istilah flu untuk menggambarkan gejala pilek. Padahal, itu penilaian salah kaprah yang harus diluruskan.

"Batuk-pilek yang selama ini dikenal di masyarakat adalah suatu penyakit infeksi virus pernapasan yang tidak berbahaya. Ini sering terjadi, terutama pada usia kanakkanak. Di dunia medis gejala ini dikenal dengan istilah common cold," sebut spesialis paru dari Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI, dr Dianiati Kusumo Sutoyo SpP(K).

Common cold adalah infeksi saluran napas atas akut yang disebabkan virus dengan berbagai gejala. Jumlah virus penyebabnya pun sangat bervariasi, lebih dari 200 jenis. Sementara flu adalah kependekan dari penyakit influenza yang disebabkan virus influenza A atau B.

Agar terhindar dari influenza, kita harus memelihara cara hidup sehat, yakni makan makanan sehat, cukup tidur, olahraga teratur, dan cuci tangan sesering mungkin. Jika penderita tidak berisiko terkena komplikasi influenza, biasanya dokter hanya menyarankan untuk beristirahat dan banyak minum untuk menghindari dehidrasi. Namun, dalam beberapa kasus mungkin diperlukan resep obat atau antivirus tertentu.

Untuk memperkuat daya tahan tubuh, boleh saja mengonsumsi suplemen vitamin dan zinc. Sejenis tanaman herbal seperti echinacea juga dipercaya dapat meningkatkan imunitas tubuh. Echinacea merupakan spesies tanaman berbunga yang banyak tumbuh di Eropa dan Amerika Utara. Penggunaan tanaman bernama lain Purple Coneflower sebagai pengobatan pilek ini sudah disetujui WHO sejak 1999. Echinacea dapat menurunkan durasi sakit dan menurunkan keparahan batuk, sakit kepala, dan sumbatan hidung.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal the Lancet Infectious Disease juga melaporkan bahwa konsumsi suplemen herbal Echinacea dapat mengurangi risiko terkena pilek hingga 58 persen dan mengurangi durasi penyakit pilek selama sehari atau setengah hari.



KE KESULTANAN JAMBI




MALAYU
Di Pulau Sumatera, Provinsi Jambi merupakan bekas wilayah Kesultanan Islam Melayu Jambi (1500-1901). Kesultanan ini memang tidak berhubungan secara langsung dengan 2 kerajaan Hindu-Budha pra-Islam. Sekitar Abad 6 – awal 7 M berdiri KERAJAAN MALAYU (Melayu Tua) terletak di Muara Tembesi (kini masuk wilayah Batanghari, Jambi). Catatan Dinasti Tang mengatakan bahwa awak Abad 7 M. dan lagi pada abad 9 M Jambi mengirim duta/utusan ke Empayar China ( Wang Gungwu 1958;74). Kerajaan ini bersaing dengan SRI WIJAYA untuk menjadi pusat perdagangan. Letak Malayu yang lebih dekat ke jalur pelayaran Selat Melaka menjadikan Sri Wijaya merasa terdesak sehingga perlu menyerang Malayu sehingga akhirnya tunduk kepada Sri Wijaya. Muaro jambi, sebuah kompleks percandian di hilir Jambi mungkin dulu bekas pusat belajar agama Budha sebagaimana catatan pendeta Cina I-Tsing yang berlayar dari India pada tahun 671. Ia belajar di Sriwijaya selama 4 tahun dan kembali pada tahun 689 bersama empat pendeta lain untuk menulis dua buku tentang ziarah Budha. Saat itulah ia tulis bahwa Kerajaan Malayu kini telah menjadi bahagian Sri Wijaya.
Abad ke 11 M setelah Sri Wijaya mulai pudar, ibunegeri dipindahkan ke Jambi ( Wolters 1970:2 ). Inilah KERAJAAN MALAYU (Melayu Muda) atau DHARMASRAYA berdiri di Muara Jambi. Sebagai sebuah bandar yang besar, Jambi juga menghasilkan berbagai rempah-rempahan dan kayu-kayuan. Sebaliknya dari pedagang Arab, mereka membeli kapas, kain dan pedang. Dari Cina, sutera dan benang emas, sebagai bahan baku kain tenun songket ( Hirt & Rockhill 1964 ; 60-2 ). Tahun 1278 Ekspedisi Pamalayu dari Singasari di Jawa Timur menguasai kerajaan ini dan membawa serta putri dari Raja Malayu untuk dinikahkan dengan Raja Singasari. Hasil perkawinan ini adalah seorang pangeran bernama Adityawarman, yang setelah cukup umur dinobatkan sebagai Raja Malayu. Pusat kerajaan inilah yang kemudian dipindahkan oleh Adityawarman ke Pagaruyung dan menjadi raja pertama sekitar tahun 1347. Di Abad 15, Islam mulai menyebar ke Nusantara.
KESULTANAN JAMBI
“Tanah Pilih Pesako Betuah”. Seloka ini tertulis di lambang Kota Jambi hari ini. Dimana menurut orang tua-tua pemangku adat Melayu Jambi, Kononnya Tuanku Ahmad Salim dari Gujerat berlabuh di selat Berhala, Jambi dan mengislamkan orang-orang Melayu disitu, ia membangun pemerintahan baru dengan dasar Islam, bergelar Datuk Paduko Berhalo dan menikahi seorang putri dari Minangkabau bernama Putri Selaras Pinang Masak. Mereka dikurniakan Allah 4 anak, kesemuanya menjadi datuk wilayah sekitar kuala tersebut. Adapun putra bongsu yang bergelar Orang Kayo Hitam berniat untuk meluaskan wilayah hingga ke pedalaman, jika ada tuah, membangun sebuah kerajaan baru. Maka ia lalu menikahi anak dari Temenggung Merah Mato bernama Putri Mayang Mangurai. Oleh Temenggung Merah Mato, anak dan menantunya itu diberilah sepasang Angsa serta Perahu Kajang Lako. Kepada anak dan menantunya tersebut dipesankan agar menghiliri aliran Sungai Batanghari untuk mencari tempat guna mendirikan kerajaan yang baru itu dan bahwa tempat yang akan dipilih sebagai tapak kerajaan baru nanti haruslah tempat dimana sepasang Angsa bawaan tadi mahu naik ke tebing dan mupur di tempat tersebut selama dua hari dua malam.

Setelah beberapa hari menghiliri Sungai Batanghari kedua Angsa naik ke darat di sebelah hilir (Kampung Jam), kampung Tenadang namanya pada waktu itu. Dan sesuai dengan amanah mertuanya maka Orang Kayo Hitam dan istrinya Putri Mayang Mangurai beserta pengikutnya mulailah membangun kerajaan baru yang kemudian disebut "Tanah Pilih", dijadikan sebagai pusat pemerintahan kerajaannya (Kota Jambi) sekarang ini.

Asal Nama “Jambi”

‘Jambi’ berasal dari kata ‘Jambe’ dalam bahasa Jawa yang bererti ‘Pinang’. Kemungkinan besar saat Tanah Pilih dijadikan tapak pembangunan kerajaan baru, pepohonan pinang banyak tumbuh disepanjang aliran sungai Batanghari, sehingga nama itu yang dipilih oleh Orang Kayo Hitam.
“Keris Siginjai”
Hubungan Orang Kayo Hitam dengan Tanah Jawa digambarkan dalam cerita orang tuo-tuo yang mengatakan bahwa Orang Kayo Hitam pergi ke Majapahit untuk mengambil Keris bertuah, dan kelak akan menjadikannya sebagai keris pusaka Kesultanan Jambi. Keris itu dinamakan ‘Keris Siginjai’. Keris Siginjai terbuat dari bahan-bahan berupa kayu, emas, besi dan nikel. Keris Siginjai menjadi pusaka yang dimiliki secara turun temurun oleh Kesultanan Jambi. Selama 400 tahun keris Siginjai tidak hanya sekadar lambang mahkota kesultanan Jambi, tapi juga sebagai lambang pemersatu rakyat Jambi.
Sultan terakhir yang memegang benda kerajaan itu adalah Sultan Achmad Zainuddin pada awal abad ke 20. Selain keris Siginjai ada sebuah keris lagi yang dijadikan mahkota kerajaan yaitu keris Singa Marjaya yang dipakai oleh Pangeran Ratu (Putra Mahkota). Pada tahun 1903 Pangeran Ratu Martaningrat keturunan Sultan Thaha yang terakhir menyerahkan keris Singa Marjaya kepada Residen Palembang sebagai tanda penyerahan. Pemerintah Hindia Belanda kemudian menyimpan Keris Siginjai dan Singa Marjaya di Museum Nasional (Gedung Gajah) di Batavia (Jakarta).

“Sepucuk Jambi, Sembilan Lurah”

Seloka ini tertulis di lambang Propinsi Jambi, menggambarkan luasnya wilayah Kesultanan Melayu Jambi yang merangkumi sembilan lurah dikala pemerintahan Orang Kayo Hitam, iaitu : VIII-IX Koto, Petajin, Muaro Sebo, Jebus, Aer Itam, Awin, Penegan, Miji dan Binikawan. Ada juga yang berpendapat bahwa wilayah Kesultanan Jambi dahulu meliputi 9 buah lurah yang dialiri oleh anak-anak sungai (batang), masing-masing bernama : 1. Batang Asai 2. Batang Merangin 3. Batang Masurai 4. Batang Tabir 5. Batang Senamat 6. Batang Jujuhan 7. Batang Bungo 8. Batang Tebo dan 9. Batang Tembesi. Batang-batang ini merupakan Anak Sungai Batanghari yang keseluruhannya itu merupakan wilayah Kesultanan Melayu Jambi.

Senarai Sultan Jambi (1790-1904)

1790 - 1812 Mas’ud Badruddin bin Ahmad Sultan Ratu Seri Ingalaga
1812 - 1833 Mahmud Muhieddin bin Ahmad Sultan Agung Seri Ingalaga
1833 - 1841 Muhammad Fakhruddin bin Mahmud Sultan Keramat
1841 - 1855 Abdul Rahman Nazaruddin bin Mahmud
1855 - 1858 Thaha Safiuddin bin Muhammad (1st time)
1858 - 1881 Ahmad Nazaruddin bin Mahmud
1881 - 1885 Muhammad Muhieddin bin Abdul Rahman
1885 - 1899 Ahmad Zainul Abidin bin Muhammad
1900 - 1904 Thaha Safiuddin bin Muhammad (2nd time)
1904 Dihancurkan Belanda

Provinsi Jambi

Wilayah propinsi Jambi hari ini pun terbagi atas 1 Bandar Ibukota (Jambi) dan 10 daerah –mungkin agar sesuai seloka adat tadi-. Tetapi nama daerahnya telah bertukar, iaitu :
Jika anda melancong ke Jambi, pastikan anda mencoba Lempok & Kueh2 Durian, Mee Tek-Wan, Kopi Jambi, Batik Jambi dan Songket Melayu Jambi. Semuanya tersedia di Pasar Besar Angso Duo, Kota Jambi.
Places of Interest in Jambi :
-Archaelogical sites : Muara Jambi Temple Complex (8 temples from Malayu/Srivijayan era), Batu Bertulis "Karang Birahi" (Letter on Rock) at Maringin
-Traditional graves : National Hero Sultan Thana Syaifuddin, Orang Kayo Hitam
-Museum Negeri Jambi
-Gardens : Botanical Garden, Orchid Garden, Anggrek Garden, Mayang Mangurai Garden with Jambi -Traditional House complex, Rimba Garden,
-Waterfalls & Lake : Kerinci Waterfall, Telun Waterfall, Telun Berasap Waterfall, Rantau Pandai Waterfall (2 levels), Ladeh Panjang Lake, Kerinci Lake, Air Panas Bumi (Bumi Hot Water) near Kerinci Lake, Sipin Lake,
-Mountains & Caves : Kerinci Mountain, Tiangkap Natural Cave, Tiangko and Segerincing Caves, Hitam Ulu Crater, Mt. Raya, Mt. Mesjid, Mt. Kebongsong, Bukit Kaca (Glass Hill), Mt. Patah Tiga, Mt. Masurai,
-National Parks : Berbak National Park, Padang Satwa Inum Raya, Hitam Bulian Natural Conservation, , Bukit Dua Belas (Twelve Hills), Bukit Tigapuluh, Berbak & Kerinci Seblat.
-Beaches: Aur Duri Beach
A rather comprehensive websites about Jambi (in English), please visit www.jambiexplorer.com
Dari berbagai Sumber



 

Tempat Download, Bisnis, Tips & Trick Copyright © 2012 tujeh is Designed by Arsal, The Blog Full of Sharing